loading...
loading...

PENGAMAT PENDIDIKAN : BIAYA GAJI GURU PNS TERLALU TINGGI TAPI KERJANYA KURANG

Loading...
Berkumandang.xyz  - Assalamualaikum wr wb dan Salam sejahtera untuk kita semua.... Kabar kali ini datang dari Pendapat Pengamat Pendidikan yang menyebut Guru Tidak boleh hanya membahas kesejahteraan sedangkan kualitas diabaikan. Untuk informasi selengkapnya, silahkan simak ulasannya berikut ini.


Pengamat pendidikan Indra Charismiadji kembali menyoroti kualitas guru di Indonesia. Menurutnya, problem itu menjadi hambatan besar dalam mewujudkan kebijakan lima hari sekolah atau full day school yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017.

Indra mengaku sangat pesimistis para guru bisa kreatif dan membuat rentang waktu delapan jam bersekolah tidak terasa bagi siswa. Apalagi mayoritas guru adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang harus digaji negara.

"Problem dari Permendikbud 23/2017 tentang Hari Sekolah adalah masalah gurunya. Cost (biaya, red) terlalu tinggi tapi kerjanya kurang. Ironisnya mereka itu guru PNS," kata Indra.

Dia lantas membandingkan dengan guru PNS yang berstatus honorer bergaji ratusan ribu rupiah yang dituntut berkinerja layaknya abdi negara.

Menurutnya, kondisi itu sangat jomplang. Indra juga menegaskan, mestinya kualitas guru PNS benar-benar dipacu. "Saya yakin, dari ratusan ribu guru honorer ada yang kualitasnya melebihi guru PNS. Dari tiga jutaan guru, hanya 15 persen guru yang layak mengajar," ujar Indra.

Karenanya jika program sekolah lima hari diterapkan, lanjutnya, kompetensi guru PNS juga harus ditingkatkan. Sebab, kebijakan itu sangat menguntungkan guru. 
"Guru-guru dan organisasi guru jangan hanya membahas masalah kesejahteraan saja, sedangkan kualitasnya tidak diperhitungkan. Kalau kualitas guru rendah, saya pastikan program sekolah lima hari akan membuat siswa semakin stres karena guru tidak kreatif dan tidak inovatif," tandasnya.

Sumber: Jpnn

Loading...

7 Responses to "PENGAMAT PENDIDIKAN : BIAYA GAJI GURU PNS TERLALU TINGGI TAPI KERJANYA KURANG"

  1. Bpk hanya bisa berkomentar tp tdk pernah ngajar. Lbh baik bpk diam dr pd mencari gara gara dgn guru. Silakan tarik pernyataan bpk atau guru seluruh Indonesia akan melakukan somasi kpd bpk. Tlng lampirkan hasil penelitian bpk beserta analisis terhdp pernyataan bpk. Jangan asal ngomong di medsos tp ayo dialog dgn guru secara langsung.

    BalasHapus
  2. Silahkan bapak terjun langsung kelapangan lihat fakta yang ada dilapangan jangan lihat sepintas lihat disekitaran lingkungan bapak tinggal disekitar jawab barat saja banyak guru yang belum sejahtera apalagi seperti saya lakukan benar benar ful time untuk mengabdi sepenuhnya sebagai anak bangsa dan abdi negara untuk kepentingan anak bangsa dan masa depan bangsa bagaimana memikirkan anak yang belum bisa menjadi bisa dan lihat faktanya didesa dipelosok desa apa yang mereka punya kalau guru dibilang hanya memikirkan kesejahteraan saja sekiranya guru yang bapak bilang gajinya besar masih lebih besar penghasilan bapak .guru yang statusnya pns mereka semua melalui proses tidak semata mata langsung jadi pns semua melalui proses dan jenjang karir atau melalui proses pendidikan dan proses evaluasi berulang ulang. Kesejahteraan guru pun melalui evaluasi berulang ulang pula kami tidak menuntut tentang kesejatrean tapi kesejahteraan yang kami dapat itu dari kebijakan pemerintah dan jika bapak membsndiksn giri pns dengan honorer dan peduli dengan honorer silahkan bspak beri gaji yang seimbang setara dengan pns atau cepat angkat jadikan mereka sebagai pns. Jangan asal bicara tanpa lihat fakta dilapangan yang ada tidal perlu seluruh Indonesia tapi coba bapal turin kelapangan satu pulau saja yaitu do Jabar saja dulu.

    BalasHapus
  3. Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia salah satu faktor penyebabnya adalah karena faktor guru, sampai disini sy dan pak Indra sepakat. Tapi apakah memang guru di Indonesia sangat rendah mutux seperti yg bapak katakan. Tolong diingat kembali bahwa mutu pendidikan ditentukan oleh banyak faktor, misalnya sarpras pendidikan disekolah apakah Sudah merata, belum lagi lingkungan keluarga peserta didik yg juga jadi penentu. Sy yakin banyak guru yg berkualitas di di Indonesia bahkan buktinya bapak sendiri mampu menulis itu karena siapa.....???

    BalasHapus
  4. Mohon untuk tingkat SD disorot jg masalh tenaga kependidikan yang tidak ada dong, biar guru fokus mengajar dan bisa memunculkan gagasan kreatif dan inofatif. Kami yng di SD harus ekstra waktu jadi bendahara jadi operator jadi penjaga jadi pembersih halaman kadang lembur garap kerjaan operator siap BOS, Dapodik, Aset, PMP, sampai larut pukul 02.00 pagi, apa itu kurang waktu Browwwwww. Pengamat sekedar mlongo melihat, sini gantian, pengamat pendidikan jadi guru jadi operator sekalian. Klo hanya komen itu gampang, tinggal nyocros saja...

    BalasHapus
  5. Penilaian tidak subyektif dengan menilai dari segi guru saja, tetapi hrus konprehensif di tiga komponen, pemerintah, masyarakat dan orang tua...ibarat kapal, bocornya dmn2. Kalau tempel disatu sisi ya gk bakalan berhasil.

    BalasHapus
  6. orang jawa bilang anda ini " wong pinter ning ora limpad " anda ini orang pandai tapi tidak cerdas...analisa yg kacau..kerja guru beda dg kerja pegawai lain yang td berhubungan langsung dg manusia...manusia punya emosi dan jiwa..pernahkah anda menjadi guru...anda juga orang yg kurang kerja makanya cari kerjaan sbg pengamat..anda hanya mengamati tapi tdk mengalami...perjuangan guru luar biasa...sekarang banyak anak2 Indonesia pandai apa karena pekerjaan anda....bukan tooh...apa kontribusi anda untuk mencerdaskan bangsa..nol...

    BalasHapus
  7. Kok ka mangecek mangango dulu....ndak asal ka malantuang se bibia tu....

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel