loading...
loading...

KETUM PGRI : GURU JANGAN DIBEBANI HAL-HAL ADMNISTRATIF ! SAYA MINTA PEMERINTAH REVISI PP 19/2017 KARENA MERUGIKAN GURU

Loading...
Berkumandang.xyz - Assalamualaikum wr wb ,,,,,,,,,,,,,,, Selamat malam rekan-rekan guru semua yang berada diselurh Indonesia, malam ini beritapgri.com akan membagikan informasi mengenai,,,,,,,,

PB PGRI kembali mendesak pemerintah merevisi PP 19/2017 tentang Guru. PP ini dinilai merugikan guru sehingga layak diubah.

Menurut Ketum PB PGRi Unifah Rosyidi, guru jangan terlalu banyak dibebani hal-hal administratif.

Karena itu, perlu dibuat sistem tata kelola yang bisa mengukur kinerja dengan tetap menjaga otoritas profesi guru.



"Kami prihatin dalam PP Guru,tunjangan fungsional guru nonsertifikasi dan guru tetap swasta yang jumlahnya tidak seberapa dihapus," kata Unifah, Kamis (20/7).

Selain itu, syarat tunjangan profesi guru (TPG) jauh lebih rumit dibandingkan syarat tunjangan kinerja pegawai.

Sertifikasi guru dalam jabatan melalui PLPG dihentikan. Padahal, masih ada ratusan ribu guru yang memenuhi syarat belum disertifikasi

"Mari buka hati dengan jernih. Jika pendidikan ingin maju, berikan kepercayaan dan penghormatan kepada guru," ucapnya.

Terpisah, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata mengatakan, pembuatan dan revisi PP perlu pembahasan antarkementerian serta tidak mudah dilakukan. Oleh karena itu, pemerintah harus mempelajari dulu.

Dia mencontohkan mengenai usulan tunjangan fungsional yang stilahnya tidak ada lagi. Namun, slot anggarannya ada. Namanya menjadi insentif bagi guru bukan PNS. "Jadi tidak dihapus, hanya ganti nama," ujarnya.

Mengenai syarat TPG yang makin berat, menurut Pranata, hal ini semata untuk mendapatkan guru-guru dengan kompetensi tinggi.

"Pendidikan tidak stuck dan harus terus berkembang. Makanya, guru-gurunya juga wajib meningkatkan kemampuannya," tandas Pranata. 

Sumber :  Jpnn

Demikian informasi yang dapat beritapgri.com berikan, semoga ada manfaatnya unutk kita semua,,,

Loading...

5 Responses to "KETUM PGRI : GURU JANGAN DIBEBANI HAL-HAL ADMNISTRATIF ! SAYA MINTA PEMERINTAH REVISI PP 19/2017 KARENA MERUGIKAN GURU"

  1. Miris memang kalau bicara masalah kesejahteraan guru, dari jaman dulu memang yg namanya profesi guru selalu dipandang sebelah mata.
    Padahal kalau pembuat kebijakan menyadari dan berpikir sistematis,dgn kurang diperhatikannya kesejahteraan terhadap guru,maka profesi guru nantinya tidak akan banyak diminati oleh masyarakat, yg dampaknya ke depan, negara indonesia akan kekurangan tenaga guru yg otomatis sebagai profesi pencetak generasi penerus bangsa yg berkualitas akan berakibat SDM kita akan semakin tertinggal oleh bangsa lain.
    Akibatnya mungkin saja negara kita akan sangat mudah dikuasai oleh negara lain.kita akan jadi babu di tanah kelahiran kita sendiri.
    Atau secara tidak di sadari, mungkin saja kita sudah terjebak dalam teori konspirasi dimana dgn selalu di anak tirikannya kesejahteraan guru, kedepannya bukan tidak mungkin profesi guru akan ditinggalkan, akibatnya....tinggal menunggu kehancuran bangsa ini..wallahu alam bisawab...

    BalasHapus
  2. Cocok. Jika guru di bebani berbagai tugas administrasi, untuk mengajar dan mendidik agak sulit. Kalo dulu ketika jam wajib 18 jam, sya masih bisa membina anak jika ada masalah. Kalo sekarang hanya sepintas lalu. Di pilih benar yang waktu benar benar senggang. Jika sekarang jam wajib 24, tugas tambahan lainnya, wali kelas, jaga uks dllnya. Ngoreksi tugas anak, buat perangkat, buay analisis. Kapan untuk yang lainnya??? Sedangkan tuntutan lainnya juga banyak, nilai anak harus tuntas, klo dak tuntas guru di salahin, akhlak anak juga harus bagus, waktu mendidik hanya sekilas lewat. Jika mengeluh, nanti di omongi siapa yg nyurih jadi guru, klo dak sanggup berenti jadi guru yang lain banyak antri.
    Jadi itulah, jadi guru harus sabar, menjalankan apa yang sudah di tugaskan.

    BalasHapus
  3. Sebaiknya Kemendikbud menyebarkan angket kepada generasi muda terutama siswa SLTA biar tahu persis bahwa minat generasi muda sudah minim sekali utk mau menjadi guru karena sehari hari mereka melihat kenyataan bahwa hidup jadi guru itu susah.

    BalasHapus
  4. Itu kalo guru yg sudah PNS,, nah kami guru honorer beban kerja sama,, tapi gaji tak seberapa.. kami harus lebiiiih bersabar lagi

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel