loading...
loading...

AKUI PALSUKAN TANDA TANGAN SPJ DANA BOS, KEPSEK JUGA PUNGUT RP 20 RIBU UNTUK IURAN BANGKU SEKOLAH

Loading...
Berkumandang.xyz -  Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 027 Desa Sei Beringin, Kecamatan Rengat, Murtini akui bahwa ia telah memalsukan tanda tangan ketua komite untuk melakukan pencairan Dana Bantuan Operasioanal Sekolah (BOS).

"Benar, saya tanda tangani sendiri baru sekali tahun kemarin. Tahun ini belum ada," jawab Murtini, kepada wartawan.

Namun hal itu menurutnya bukanlah tidak berdasar, ia memalsukan tanda tangan ketua komite Iwan, dikarenakan sulit untuk ditemui olehnya.



"Ketua komite susah ditemui, terkadang ianya dikebun, sementara tanda tangan untuk RKA dan kebutuhan operasional sekolah dibutuhkan secepatnya," papar Murtini.

Begitu pula dengan adanya isu bahwa ia telah melakukan pungutan iuran untuk bangkus sekolah ia tidak menampik hal tersebut.

"Itu bukan pungutan, namun dari hasil mufakat dari wali murid, dan bersama-sama dengan komite sekolah," katanya.

Sebelumnya ketua komite sekolah SDN 027 Sei Beringin Iwan menyesalkan pemalsuan tanda tangannya untuk SPJ dana BOS. 

Sudah tiga tahun sejak ianya (Murtini)  menjadi kepala sekolah saya tidak pernah dilibatkan, tanda tangan sayapun dipalsukan, iuran beli kursi yang dibebankan kepada setiap siswa sebesar Rp 20 ribu pun saya tidak tahu," sesal Nepri.

Mewakili orang tua wali murid dan beberapa guru, Nopri yang kerap dipanggil nama Iwan itu berharap Kepsek Martini dalam tata kelola dana BOS sekitar Rp 100 juta per tahun harus transparan, akuntabel, terencana dan melibatkan semua unsur.

Sumber :bertuahpos.com

Demikian informasi yang dapat berkumandang.xyz berikan, Semoga ada manfaatnya untuk kita semua............

Loading...

0 Response to "AKUI PALSUKAN TANDA TANGAN SPJ DANA BOS, KEPSEK JUGA PUNGUT RP 20 RIBU UNTUK IURAN BANGKU SEKOLAH"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel