Kabar Bahagia, Honorer Guru-Tenaga Medis Dipermudah Jadi PNS

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku ketua pelaksana seleksi nasional CPNS Bima Haria Wibisana mengatakan, database K2 yang diperoleh pada 2014 sudah dikunci. Dari data tersebut akan disisir jumlah tenaga kesehatan dan pendidikan yang memenuhi syarat.

“Jadi tidak ada tambahan sama sekali. Lalu kita akan sisir berapa yang memenuhi syarat untuk menjadi PNS. Misalnya dia bekerja sebagai perawat bidan atau dokter, usia di bawah 35 tahun, kalau guru ya dia harus mengajar. Banyak yang mengaku tenaga pendidikan, tapi pesuruh sekolah itu tidak termasuk,” jelasnya.

Bima mengatakan saat mendaftar, sistem untuk tenaga honorer langsung mengakses database. Sistem tersebut akan langsung dapat menyeleksi mana yang memenuhi syarat dan tidak.

“Kalau datanya ada dalam database, usia di bawah 35 tahun dan sesuai kebutuhannya maka akan ikut. Jika usia di atas 35 tahun, formasinya bukan guru ataupun tenaga kesehatan, atau instansi tidak mengusulkan itu akan tertolak,” tuturnya.

Lebih lanjut Bima mengatakan dalam pendaftaran ini dipersyaratkan adanya nomor peserta yang dimiliki para honorer pada seleksi 2014 lalu. Dalam hal ini, menurut dia, akan banyak peserta yang lupa nomor tersebut karena seleksi itu sudah lama.

“Itu kita akan coba agar mereka melihat kembali nomor pesertanya dengan membawa data identitas diri,” sebutnya.

Harus Sesuai Latar Belakang Pendidikan

Pakar administrasi publik Universitas Indonesia (UI) Lina Miftahul Jannah mengatakan tidak jadi masalah adanya pembebasan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Akan tetapi dia mengingatkan agar hal-hal substantif dalam seleksi CPNS tidak boleh dikurangi.

“Kita boleh mengurangi, tapi tidak boleh yang substantif. Kita boleh mengurangi SKB, tapi kalau tidak sesuai jangan dipaksakan,” paparnya.

Salah satu hal dasar yang tidak boleh dikurangi adalah syarat dasar. Salah satunya adalah syarat latar belakang pendidikan harus sesuai dengan jabatannya.

“Pengalaman saya kajian di Jawa Timur karena di sana lulusannya dari agama, maka mata pelajaran X dari agama. Apakah ini cocok?” ujarnya.

Dia mengingatkan syarat dasar harus dipastikan agar kedepan tidak menjadi masalah. Selain itu Lina mengingatkan agar jangan sampai seleksi di lakukan secara asal-asalan.

“Kalau mau mengajar SMA tidak boleh lulusan SMA. Jadi syarat dasar adalah bahwa honorer harus memiliki pendidikan yang tepat sesuai dengan syarat jabatan,” sebutnya.

Lebih lanjut dia juga mengatakan bahwa apabila pengalaman bekerja dapat men jadi pengganti SKB, hal itu harus dibuktikan. Menurutnya, perlu pernyataan bahwa yang bersangkutan bekerja dengan baik.

“Artinya ada orang yang bisa membuat pernyataan atau meyakinkan bahwa yang bersangkutan berkompeten di bidangnya. Bisa saja 10 tahun mengajar, tapi cara mengajarnya tidak tepat,” paparnya.

Mengenai seleksi kompetisi dasar, menurut dia, hal itu sudah seharusnya tetap dilakukan karena untuk menilai tenaga honorer tersebut dapat berpikir logis.

Sebelumnya, mengenai kuota CPNS tenaga pendidik atau guru, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan, formasi yang ditetapkan pemerintah masih jauh dari kebutuhan.

Pasalnya jumlah guru dan dosen yang pensiun pada 2018-2019 saja jumlahnya mencapai 114.217 orang. Jika melihat total ketersediaan CPNS guru yang hanya 122.000-an formasi, jum lahnya hanya cukup untuk menggantikan guru PNS yang pensiun pada periode itu. Padahal menurut dia kebutuhan guru di Indonesia saat ini mencapai 1 juta orang.

“Jadi angka 122.000-an (formasi CPNS guru dan dosen) itu terlalu kecil. Itu masih kurang,’’ kata Ramli di Jakarta.

Ramli menuturkan, pemerintah seharusnya tidak perlu membuka penerimaan tenaga administrasi yang dinilainya tidak mendesak. Sejumlah provinsi, menurut dia, sudah berteriak kekurangan guru PNS. Namun, karena pengangkatan guru PNS menjadi kewenangan pemerintah pusat, daerah hanya bisa pasrah karena tidak bisa berbuat apa-apa

“Mestinya tidak perlu ada penerimaan tenaga administrasi dulu. Prioritaskan guru dan tenaga kesehatan,’’ jelasnya.

Sumber : okezone.com

Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates: